News

Harga Perangkat Gaming Naik 16% di AS, Imbas Krisis Komponen?

Tekanan ekonomi yang menghantam industri game global tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Krisis kelangkaan komponen serta lonjakan harga memori yang mulai membayangi pasar sejak akhir tahun 2025 kini benar-benar berdampak langsung pada kantong para konsumen dan pecinta game di Amerika Serikat.

Laporan terbaru dari analis industri ternama asal Amerika Serikat, Mat Piscatella, mempertegas kondisi memprihatinkan ini. Melalui unggahan di platform Bluesky, data menunjukkan bahwa harga jual rata-rata (average selling price) perangkat keras gaming baru di AS merangkak naik hingga 16% hanya dalam waktu kurun enam bulan saja.

Rekor Baru dalam Sejarah Generasi Konsol Game

Pada Januari 2026, rata-rata harga perangkat gaming di pasar Amerika Serikat tercatat berada di angka US$452. Namun, memasuki pertengahan tahun pada Juni 2026, angkanya melonjak tajam menyentuh US$525 per unit.

Fenomena ini menandai sejarah baru dalam industri game: untuk pertama kalinya dalam sebuah generasi konsol, harga perangkat keras justru mengalami kenaikan signifikan seiring bertambahnya umur perangkat, bukannya semakin murah seperti siklus generasi sebelum-sebelumnya.

Pemicu utama di balik lonjakan harga ini adalah tingginya permintaan komponen memori (RAM) dan chip semikonduktor dari sektor pusat data Kecerdasan Buatan (AI). Boom industri AI menyerap sebagian besar pasokan komponen global, sehingga manufaktur perangkat konsol dan PC gaming harus berebut pasokan dengan harga yang melambung tinggi.

Situasi ini diperkirakan tidak akan membaik dalam waktu dekat. Samsung, selaku produsen memori utama dunia, bahkan telah mengeluarkan peringatan bahwa keterbatasan pasokan komponen diprediksi bisa kian parah memasuki kurun waktu 2027 hingga 2028.

Gelombang Kenaikan Harga Merembet ke Xbox dan PlayStation

Imbas dari masalah rantai pasok ini memicu penyesuaian harga di hampir seluruh ekosistem gaming. Microsoft sempat menuai kritik keras dari para gamer setelah menaikkan harga seluruh varian konsol Xbox di Jepang hingga lebih dari 30%. Kebijakan ini kemudian disusul oleh kenaikan harga di wilayah Eropa, Inggris, dan akhirnya meluas ke pasar domestik AS.

Hal serupa juga menimpa pesaing terdekatnya, Sony. Konsol flagship PlayStation 5 (PS5) turut mengalami penyesuaian harga di berbagai kawasan akibat membengkaknya biaya produksi dan distribusi komponen.

Jika tren krisis memori ini berlanjut hingga akhir tahun, total kenaikan harga perangkat gaming sepanjang tahun 2026 diprediksi akan memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah industri.

Mau tahu berita terbaru seputar game online? Simak saja sajian ulasan berita game terbaru di website ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *