Badai PHK Kembali Hantam CD Projekt Red! 18 Developer Game Multiplayer ‘The Witcher’ Kena Imbas
Kabar kurang menyenangkan kembali menghampiri industri gim global. Di tengah antisipasi luar biasa dari para gamer terhadap berbagai judul AAA baru, badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) rupanya masih belum mereda.
Kali ini, kabar buruk datang dari pengembang dan penerbit raksasa asal Polandia, CD Projekt Red (CDPR). Proyek gim multiplayer ambisius yang berlatar di semesta The Witcher, yang selama ini dikenal dengan nama sandi Project Sirius, dilaporkan baru saja kehilangan belasan anggota tim pengembangnya.
Imbas Perubahan Strategi di Studio The Molasses Flood
Berdasarkan laporan jurnalis Rebekah Valentine dari media Kotaku pada 12 Agustus, gelombang PHK ini secara spesifik menghantam The Molasses Flood. Bagi kamu yang belum familier, ini adalah studio internal yang diserap oleh payung perusahaan CD Projekt Red.
Studio ini sebelumnya dikenal luas sebagai pengembang di balik gim Drake Hollow dan The Flame in the Flood, sebelum akhirnya dipercaya untuk meracik pengalaman multiplayer di semesta The Witcher.
Laporan tersebut merinci bahwa sebanyak 18 developer harus terdepak dari lini produksi Project Sirius. Dari total tersebut, 9 orang terpaksa merelakan pekerjaan mereka dan secara resmi diberhentikan sepenuhnya.
Sementara itu, 9 orang lainnya dipindah atau dialokasikan ke proyek-proyek lain yang masih berada di bawah naungan The Molasses Flood. Alasan utama di balik restrukturisasi mendadak ini disebut-sebut oleh narasumber Kotaku sebagai imbas dari “pergeseran strategi pengembangan yang lebih luas” dari manajemen perusahaan.
Keputusan memecat 9 karyawan secara penuh di tengah iklim industri gim yang sedang sangat rapuh saat ini tentu menjadi pukulan berat. Jangankan pemula, tenaga profesional musiman sekalipun kini dilaporkan sangat kesulitan untuk mendapatkan posisi pekerjaan baru di industri ini.
Kutukan ‘Project Sirius’ dan Sejarah Reboot Pengembangan
Ironisnya, gelombang PHK ini bukanlah kali pertama terjadi pada tim pengembang Project Sirius. Sejak pertama kali diumumkan secara publik pada tahun 2022 lalu, proyek gim multiplayer The Witcher ini seolah diselimuti awan gelap. Minimnya informasi resmi membuat para penggemar terus menebak-nebak seperti apa wujud gim tersebut sesungguhnya.
Bahkan, pada tahun 2023 lalu, pengembangan gim ini dilaporkan sempat mengalami reboot alias diulang dari awal karena dianggap belum memenuhi standar kualitas perusahaan. Imbas dari reboot besar-besaran di tahun 2023 itu mengakibatkan 29 developer kehilangan pekerjaan mereka. Dengan tambahan pemangkasan staf di bulan Agustus ini, pihak luar kini makin kesulitan meraba status terkini dari lini masa produksi gim tersebut.
Jadwal Padat CDPR dan Risiko Tenggelamnya Isu di Tengah Hype Gamescom
Di luar polemik Project Sirius, CD Projekt Red sejatinya sedang berada di fase produksi yang luar biasa sibuk. Portofolio mereka dipenuhi proyek raksasa: mulai dari pengembangan seri utama The Witcher 4, pengerjaan proyek remake penuh dari seri perdana The Witcher 1, pengembangan sekuel Cyberpunk 2077, hingga perancangan properti intelektual (IP) open-world orisinal baru. Membawa IP andalan mereka ke ranah multiplayer memang menjadi langkah yang penuh risiko bagi studio yang selama ini dikenal sebagai raja RPG single-player.
Waktu munculnya kabar PHK ini juga memicu pertanyaan. Dalam hitungan hari, panggung pameran gim terbesar, Gamescom, bakal segera digelar. CDPR bahkan sudah mengonfirmasi akan memamerkan DLC ekspansi terbaru dari The Witcher 3 yang bertajuk Songs of the Past. Banyak pihak khawatir riuhnya antusiasme Gamescom akan dengan cepat menenggelamkan kabar duka terkait nasib para pekerja The Molasses Flood.
Hingga artikel ini ditulis, CDPR belum memberikan komentar terbuka terkait gelombang PHK ini. Mari kita nantikan berita resmi selanjutnya, dan doa terbaik bagi seluruh rekan-rekan pengembang yang terdampak di industri ini.