Mantan Developer Valve Sebut Tim Sweeney Terobsesi dengan Gabe Newell
Persaingan antara Epic Games Store dan Steam kembali menjadi sorotan setelah Epic memperkenalkan pembaruan launcher yang dikembangkan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Namun, pembaruan tersebut justru menuai kritik dari Chet Faliszek, mantan penulis Valve yang pernah terlibat dalam pengembangan Half-Life dan Left 4 Dead.
Epic mempromosikan pendekatan yang disebut vibe coding untuk menghadirkan launcher dengan tampilan baru dan performa lebih cepat. Perusahaan juga mengakui bahwa versi awal pembaruan ini masih memiliki fitur terbatas, meskipun sudah dilengkapi keranjang belanja digital.
Chet Faliszek Pertanyakan Arah Epic Games Store
Faliszek menilai Epic terlalu menonjolkan penggunaan AI dibandingkan manfaat nyata yang bisa dirasakan pemain. Menurutnya, tampilan baru merupakan salah satu perubahan yang paling mudah diapresiasi pengguna, sementara peningkatan pengalaman secara keseluruhan masih belum terlihat meyakinkan.
Baca Juga: Cyberpunk 2077 Update 2.5 Rilis 22 Oktober, Hadirkan Fitur Baru
Ia juga menyoroti pernyataan Epic yang mengibaratkan launcher barunya sebagai speedboat, bukan yacht. Faliszek menafsirkan ungkapan tersebut sebagai sindiran terhadap Gabe Newell, salah satu pendiri Valve yang dikenal memiliki koleksi kapal pesiar.
Persaingan dengan Steam Bukan Sekadar Soal Kecepatan
CEO Epic Games, Tim Sweeney, sebelumnya juga pernah menyinggung persoalan kapal pesiar dalam komentarnya mengenai kenaikan harga Steam Deck. Menurut Faliszek, keunggulan Steam tidak hanya terletak pada katalog game atau kecepatan akses.
Baca Juga: Fantasy Online 2 Resmi Tersedia di Android Bawa Gaya MMORPG
Steam memiliki ekosistem komunitas yang kuat melalui fitur profil, kartu koleksi, forum, dan beragam cara bagi pemain untuk berinteraksi serta mengekspresikan diri. Unsur-unsur tersebut membantu membangun keterikatan pengguna dengan platform, bukan sekadar menjadi tempat membeli dan menjalankan game.
Epic Games Store Dinilai Masih Perlu Menentukan Arah
Sebaliknya, Faliszek menilai Epic Games Store masih belum menunjukkan arah yang jelas untuk membangun pengalaman komunitas serupa. Launcher yang lebih cepat belum tentu cukup untuk menarik dan mempertahankan pengguna jika fitur sosial serta komunitasnya masih tertinggal.
Meski mengakui kontribusi besar Epic terhadap industri game melalui Unreal Engine dan Fortnite, Faliszek mempertanyakan apakah pendekatan AI yang dipamerkan perusahaan benar-benar menghasilkan peningkatan berarti bagi pemain.
Baca Juga: Nuon Luncurkan Aplikasi HELD untuk Main Game PC di HP
Pada akhirnya, persaingan Epic Games Store vs Steam membutuhkan lebih dari sekadar teknologi baru atau pembaruan tampilan. Platform perlu menawarkan pengalaman pengguna yang lebih baik, fitur yang berguna, serta alasan kuat bagi pemain untuk terus kembali. Apakah pembaruan Epic mampu menjawab tantangan tersebut masih perlu dilihat dari perkembangan berikutnya.