News

GTA 6 Diprediksi Rugikan Ekonomi AS hingga Rp16,7 Triliun saat Dirilis

Peluncuran GTA 6 nantinya diperkirakan tidak hanya menjadi salah satu momen terbesar dalam industri game. Tetapi juga berpotensi memengaruhi produktivitas ekonomi Amerika Serikat. Antusiasme tinggi terhadap game terbaru Rockstar Games ini bahkan diproyeksikan dapat menyebabkan kerugian produktivitas hingga US$1 miliar atau sekitar Rp16,7 triliun dalam satu hari.

Proyeksi tersebut disampaikan oleh José García Montalvo, profesor ekonomi dari Pompeu Fabra University. Menurut perkiraannya, banyak pekerja berpotensi mengambil cuti atau tidak masuk kerja demi memainkan GTA 6 ketika game tersebut dirilis pada 19 November 2026.

Baca Juga: Arkane Studios Terancam Tutup, Tenggat Pembeli 13 November

Meski terdengar fantastis, angka tersebut masih berupa proyeksi akademis dan bukan kerugian ekonomi yang sudah terbukti akan terjadi.

Table of Contents

GTA 6 Diperkirakan Pengaruhi Produktivitas Pekerja

Dalam perhitungannya, Montalvo memperkirakan sekitar 1,5 juta pekerja di Amerika Serikat berpotensi tidak masuk kerja pada hari peluncuran GTA 6. Ia menggunakan estimasi produktivitas tahunan rata-rata pekerja AS sebesar US$70.000 sebagai salah satu dasar perhitungan.

Dari asumsi tersebut, potensi penurunan produktivitas jangka pendek diperkirakan mencapai sekitar 2 persen. Namun, besarnya dampak yang benar-benar terjadi nantinya akan bergantung pada perilaku pekerja dan kondisi perusahaan masing-masing.

Baca Juga: Ed Boon Bantah Rumor Injustice 3 Sudah Masuk Tahap Testing

Pekerja pria berusia 18–30 tahun diperkirakan menjadi kelompok yang paling banyak terdampak. Sektor teknologi juga disebut berpotensi mengalami pengaruh cukup besar akibat tingginya minat terhadap game tersebut.

Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan absensi. Karyawan yang tetap bekerja pun berpotensi mengalami penurunan konsentrasi karena membicarakan GTA 6 bersama rekan kerja, bermain hingga larut malam, atau mengikuti siaran streaming terkait game tersebut.

Walaupun demikian, perkiraan ini tidak berarti seluruh pekerja yang menyukai GTA 6 akan meninggalkan pekerjaan mereka. Angka tersebut tetap bergantung pada sejumlah asumsi yang digunakan dalam model perhitungan.

Potensi Penjualan GTA 6 Capai Miliaran Dolar

Di sisi lain, GTA 6 diperkirakan menghasilkan perputaran uang yang sangat besar bagi industri game. Take-Two Interactive, perusahaan induk Rockstar Games, memperkirakan arus kas operasional lebih dari US$1 miliar pada tahun fiskal ini, dengan GTA 6 menjadi salah satu pendorong utamanya.

Sementara itu, perusahaan riset pasar Newzoo memperkirakan game tersebut berpotensi terjual sedikitnya 37 juta kopi pada pekan pertama. Nilai penjualan ritel globalnya diproyeksikan mencapai US$4,5 miliar.

Baca Juga: Halo Studios Dikabarkan Hanya Tersisa 20 Developer Setelah PHK

Angka penjualan tersebut masih merupakan perkiraan, bukan hasil penjualan aktual. Namun, proyeksi itu menunjukkan besarnya ekspektasi pasar terhadap GTA 6.

Pada akhirnya, peluncuran GTA 6 berpotensi menghadirkan dua sisi ekonomi yang berbeda. Sejumlah perusahaan mungkin menghadapi penurunan produktivitas dalam jangka pendek, sementara industri game berpeluang memperoleh pendapatan besar dari penjualan.

Meski proyeksi kerugian hingga US$1 miliar menarik perhatian, dampak nyata GTA 6 terhadap ekonomi Amerika Serikat baru dapat dinilai setelah game tersebut dirilis dan data aktual tersedia.

Subagiyo Pendiri & Pemimpin Redaksi OmahGame

Subagiyo

Subagiyo adalah sosok di balik OmahGame, bertindak sebagai Lead Writer. Berawal dari hobi bermain game dan mengulik gadget, ia mendirikan OmahGame untuk membantu para gamer menemukan ulasan perangkat terbaik, tutorial game yang praktis, serta kabar terbaru dari dunia teknologi digital.

One thought on “GTA 6 Diprediksi Rugikan Ekonomi AS hingga Rp16,7 Triliun saat Dirilis”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *