EA Dikabarkan PHK 400 Karyawan dan Tutup BioWare
Electronic Arts (EA) dikabarkan akan menutup BioWare, studio legendaris yang dikenal melalui seri Mass Effect dan Dragon Age. Jika laporan ini benar, keputusan tersebut akan menjadi perubahan besar bagi industri game, khususnya bagi penggemar RPG yang telah mengikuti karya-karya BioWare selama puluhan tahun.
Selain kabar penutupan studio, EA dilaporkan berencana memangkas sekitar 400 karyawan dari berbagai divisi perusahaan. Sekitar 50 orang di antaranya disebut berasal dari BioWare yang berbasis di Edmonton, Kanada.
Langkah tersebut dikaitkan dengan restrukturisasi internal EA untuk memusatkan sumber daya pada proyek-proyek yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan lebih besar. Namun, informasi mengenai penutupan BioWare dan jumlah karyawan yang terdampak masih perlu dipastikan melalui pengumuman resmi perusahaan.
Proyek Mass Effect Berikutnya Ikut Terdampak
Kabar EA tutup BioWare juga memunculkan kekhawatiran mengenai masa depan waralaba Mass Effect. Menurut laporan yang beredar, proyek terbaru dalam seri RPG fiksi ilmiah tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan sebelum akhirnya dikabarkan dihentikan.
Proyek itu disebut tidak akan dialihkan ke studio internal EA lainnya. Jika informasi tersebut terkonfirmasi, penggemar harus menghadapi ketidakpastian mengenai kelanjutan salah satu waralaba RPG paling dikenal di industri game.
Baca Juga: Beyond Good & Evil 2 Masih Pra-Produksi Setelah Hampir 20 Tahun
BioWare memiliki reputasi berkat cerita yang mendalam, karakter yang mudah diingat, serta sistem pilihan yang dapat memengaruhi perjalanan pemain. Elemen-elemen tersebut menjadi ciri khas berbagai game besutannya, termasuk Mass Effect dan Dragon Age.
Karena itu, kabar mengenai restrukturisasi ini tidak hanya menyangkut nasib studio, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana EA akan mengelola waralaba yang selama ini dikembangkan oleh BioWare.
EA Ingin Memusatkan Investasi pada Proyek Utama
Dalam memo internal yang disebut menjadi bagian dari laporan tersebut, EA dikabarkan telah mengevaluasi strategi bisnisnya selama beberapa bulan terakhir. Perusahaan disebut ingin memusatkan investasi pada lebih sedikit proyek berskala besar agar sumber daya pengembangan dapat digunakan secara lebih terarah.
Pendekatan tersebut mencerminkan upaya perusahaan untuk memprioritaskan proyek yang dinilai memiliki peluang sukses lebih tinggi. Meski demikian, dampaknya terhadap jadwal pengembangan game dan keberlanjutan sejumlah waralaba masih belum sepenuhnya jelas.
Baca Juga: Atelier Karia The Night Kingdom Rilis Februari 2027
EA sendiri memiliki sejumlah merek besar yang menjadi bagian penting dari portofolionya, termasuk Battlefield, Apex Legends, Star Wars Jedi, dan proyek Marvel’s Iron Man. Waralaba-waralaba tersebut diperkirakan tetap menjadi bagian dari fokus pengembangan perusahaan.
Masa Depan BioWare Masih Menjadi Sorotan
Jika kabar EA tutup BioWare terkonfirmasi, keputusan tersebut akan menandai perubahan besar bagi studio yang telah berkontribusi terhadap perkembangan genre RPG selama bertahun-tahun. Dampaknya juga dapat dirasakan oleh penggemar yang menantikan kelanjutan Mass Effect maupun Dragon Age.
Namun, sampai terdapat konfirmasi resmi, informasi mengenai penutupan studio, pemutusan hubungan kerja, dan penghentian proyek Mass Effect sebaiknya diperlakukan sebagai laporan yang belum terverifikasi sepenuhnya.
Baca Juga: Jason Dan Lucia Punya Gaya Bertarung Berbeda Di GTA 6
Untuk saat ini, perhatian tertuju pada langkah EA berikutnya dan kejelasan nasib BioWare. Pengumuman resmi perusahaan akan menjadi faktor penting untuk memastikan bagaimana restrukturisasi tersebut memengaruhi karyawan, proyek yang sedang dikembangkan, serta masa depan waralaba game andalannya.