Biaya RAM dan Storage PS6 Diklaim Tembus Rp12 Juta, Tertarik Beli?
Harga PlayStation 6 (PS6) berpotensi menjadi tantangan besar bagi Sony. Menurut hardware insider KeplerL2, biaya RAM dan NAND storage konsol generasi berikutnya itu saja diklaim sudah melampaui US$680 atau sekitar Rp12,3 juta. Angka tersebut belum mencakup prosesor, GPU, motherboard, sistem pendingin, controller, casing, dan komponen lainnya.
Dalam unggahan di forum NeoGAF, KeplerL2 menyebut biaya RAM dan NAND sebenarnya jauh lebih rendah ketika Sony pertama kali menyelesaikan desain PS6. Namun, harga memori dan penyimpanan dilaporkan meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, seiring melonjaknya permintaan dari pusat data AI yang turut memperketat pasokan DRAM dan komponen memori lainnya.
Kenaikan Harga Komponen Bisa Pengaruhi PS6
Tekanan harga perangkat keras sudah terlihat pada konsol generasi saat ini. Harga PS5 dilaporkan mengalami kenaikan dibandingkan saat pertama kali diluncurkan. Situasi tersebut menambah tantangan bagi Sony dalam menentukan harga PS6, terutama jika biaya komponen utama masih tinggi ketika konsol itu mendekati tahap produksi.
Baca Juga: Monster Hunter Wilds Siapkan Demo Gratis di Switch 2
Sebelumnya, PS6 sempat dirumorkan berpotensi meluncur lebih cepat, tetapi perubahan biaya perangkat keras dapat memengaruhi jadwal maupun strategi peluncurannya. Meski begitu, belum ada harga resmi atau jadwal peluncuran PS6 yang diumumkan Sony, sehingga angka biaya komponen tersebut masih perlu dipandang sebagai klaim dari pihak luar.
Konsol Generasi Berikutnya Berpotensi Tembus US$1.000
Microsoft juga telah mengonfirmasi pengembangan konsol generasi berikutnya dengan codename Helix. Perusahaan disebut tengah mempertimbangkan model bisnis yang dapat mengakomodasi biaya perangkat keras yang semakin mahal. Kondisi ini memicu spekulasi mengenai kemungkinan harga konsol generasi mendatang mencapai US$1.000 atau sekitar Rp18 juta.
Baca Juga: Laris Manis, Penjualan Game Injustice 2 Tembus 9 Juta Kopi
CEO Aldora Joost van Dreunen menilai harga di atas US$1.000 berpotensi menjadi kenyataan, sementara generasi berikutnya mungkin baru benar-benar hadir pada 2028. Namun, pandangan tersebut merupakan prediksi analis, bukan konfirmasi mengenai harga maupun jadwal rilis konsol tertentu.
Sementara itu, Director of Market Intelligence Newzoo, Manu Rosier, memperkirakan beberapa varian konsol kelas atas mungkin melampaui US$1.000. Meski demikian, model dasar kemungkinan tetap dipertahankan di bawah US$999 untuk menjaga daya tarik harga dan pertimbangan psikologis konsumen.
Harga PS5 Pro Jadi Gambaran Tekanan Pasar
Sebagai pembanding, PS5 Pro disebut telah mencapai harga US$899 setelah mengalami kenaikan harga. Jaraknya yang semakin dekat dengan ambang US$1.000 memperlihatkan besarnya tekanan biaya yang dihadapi pasar konsol.
Namun, harga jual akhir tetap dipengaruhi strategi produsen, biaya produksi secara keseluruhan, nilai tukar, dan kondisi pasar ketika perangkat diluncurkan.
Baca Juga: Nintendo Peringatkan Kenaikan Harga Switch 2 per 1 September
Untuk saat ini, biaya RAM dan storage PS6 yang diklaim menembus Rp12 juta belum cukup untuk memastikan harga jual konsol akan mencapai angka tertentu. Meski demikian, jika kenaikan harga memori terus berlanjut, Sony dan Microsoft kemungkinan harus menyeimbangkan spesifikasi, subsidi perangkat keras, serta harga yang masih dapat diterima konsumen.