COO Pertama Xbox Hengkang Setelah Menjabat Tiga Bulan
Xbox kembali mengalami perubahan kepemimpinan setelah Helen Chiang dilaporkan meninggalkan Microsoft hanya tiga bulan setelah menjabat sebagai chief operating officer (COO). Kepergian ini menjadi sorotan karena posisi COO Xbox baru dibentuk untuk memperkuat koordinasi operasional dan pengelolaan bisnis gaming Microsoft.
Menurut laporan The Verge, CEO Xbox, Asha Sharma, mengumumkan kepergian Chiang melalui memo internal pada 23 Oktober 2026. Dalam memo tersebut, Sharma menyampaikan apresiasi atas kontribusi Chiang selama bekerja di Microsoft, tetapi tidak menjelaskan secara terperinci alasan di balik keputusannya untuk hengkang.
Chiang diketahui telah menghabiskan sekitar 21 tahun berkarier di Microsoft. Sebelum ditunjuk sebagai COO pada Juli 2026, ia memimpin bisnis Minecraft, salah satu waralaba terbesar dalam ekosistem Xbox.
Posisi COO Xbox Dibentuk untuk Perkuat Koordinasi
Pembentukan posisi COO merupakan bagian dari upaya Asha Sharma untuk menyederhanakan koordinasi berbagai lini bisnis Xbox. Tanggung jawab tersebut mencakup sejumlah bidang penting, mulai dari konten dan perangkat keras hingga platform serta layanan.
Melalui struktur ini, Xbox berupaya menyatukan pengelolaan operasional agar koordinasi antardivisi berjalan lebih efektif. Posisi COO juga diharapkan membantu proses pengambilan keputusan di tengah bisnis gaming Microsoft yang memiliki cakupan luas.
Baca Juga: Penjualan PS5 Naik 22% pada September 2026, Marvel’s Wolverine Jadi Pendorong Utama
Namun, kepergian Helen Chiang hanya beberapa bulan setelah menduduki jabatan tersebut membuat struktur kepemimpinan Xbox kembali menjadi perhatian.
Untuk sementara, tanggung jawab Chiang akan dibagikan kepada sejumlah pemimpin Xbox lainnya. Asha Sharma juga menyampaikan bahwa informasi lebih lanjut mengenai masa depan posisi COO akan diumumkan setelah rencana organisasi ditetapkan.
Hingga kini, Microsoft belum mengungkapkan alasan spesifik di balik kepergian Chiang. Perusahaan hanya menyampaikan apresiasi atas pengabdiannya selama lebih dari dua dekade.
Restrukturisasi Xbox Masih Berlanjut
Kepergian Chiang terjadi ketika Xbox sedang menjalani restrukturisasi organisasi di bawah kepemimpinan Sharma. Perubahan ini menambah dinamika dalam pengelolaan bisnis gaming Microsoft, terutama setelah perusahaan melakukan sejumlah penyesuaian organisasi dan menghadapi rencana pengurangan tenaga kerja.
Meski demikian, belum ada informasi yang menunjukkan bahwa kepergian Chiang secara langsung berkaitan dengan restrukturisasi tersebut. Dampaknya terhadap strategi bisnis Xbox juga belum dapat dipastikan.
Baca Juga: Love and Deepspace Hadirkan 5-Star Memory Baru di Tahun 2026 Ini
Perhatian kini tertuju pada langkah berikutnya yang akan diambil Microsoft untuk mengisi kekosongan tanggung jawab COO. Keputusan tersebut berpotensi memengaruhi bagaimana berbagai divisi Xbox berkoordinasi dalam menjalankan strategi bisnis mereka.
Dengan perubahan kepemimpinan yang masih berlangsung, arah restrukturisasi Xbox akan menjadi salah satu hal yang patut diamati dalam perkembangan bisnis gaming Microsoft selanjutnya.
Pingback: Phantom Blade Zero Butuh 300 GB Ruang Kosong di PC