Skandal Pasang Kamera Tersembunyi: Mantan Direktur Pokémon Company Digugat atas Dugaan Voyeurisme
Kabar memprihatinkan yang mencoreng reputasi industri hiburan global kembali mencuat. The Pokémon Company International kini berada dalam sorotan publik setelah munculnya gugatan hukum dari seorang mantan karyawan berinisial Jane Doe terhadap mantan Director Engineering mereka, Ben Tsai, atas dugaan tindak kejahatan voyeurisme dan perekaman ilegal secara terencana.
Sebagaimana dilaporkan oleh media TMZ, gugatan tersebut diajukan oleh Doe yang mewakili para korban serta pengunjung yang pernah menggunakan fasilitas toilet perusahaan di kantor Bellevue, Washington, pada kurun waktu antara 2017 hingga pertengahan 2026.
Manajemen Pokémon Company International dituding telah gagal memberikan jaminan keamanan dan perlindungan dasar bagi para stafnya di lingkungan kerja.
Jejak Perekaman Diam-Diam dan Penemuan Kamera Tersembunyi
Kasus hukum ini pertama kali terkuak pada Oktober 2025 secara tidak sengaja, ketika seorang manajer gerai Starbucks di Kirkland menemukan kamera mini tersembunyi yang terpasang di bawah wastafel dan mengarah langsung ke area kloset toilet.
Pihak kepolisian kemudian melakukan investigasi intensif dan berhasil melacak keberadaan perangkat tersebut kepada Ben Tsai melalui analisis rekaman CCTV serta jejak transaksi kartu kredit saat pembelian kamera seharga 7.89 Dolar AS.
Berdasarkan dokumen laporan dari The Seattle Times, dalam proses pemeriksaan polis, Tsai mengakui secara terbuka telah melakukan tindakan merekam wanita dan anak-anak secara diam-diam setidaknya ‘tidak lebih dari 50 kali’ sejak kurun waktu 2017.
Ia mengonfirmasi telah menempatkan perangkat kamera rahasia di berbagai lokasi pribadi maupun publik, termasuk toilet utama di kantor Pokémon Company tempat ia bekerja, dua lokasi ritel Starbucks, hingga di rumah kediaman pribadinya.
Yang makin mengejutkan, Tsai menyampaikan motif konyol di balik tindakan ilegalnya tersebut karena dipicu oleh rasa penasaran atas privasi seseorang, menyusul keberadaan staf transgender yang bekerja di perusahaan tersebut.
Tim forensik digital berhasil mengamankan sekitar 89 berkas rekaman video di toilet kantor yang tersimpan dalam folder digital berlabel ‘Pokémon 29’ dan ‘Pokémon 27’.
Ancaman Pidana Voyeurisme dan Pembelaan Hukum
Akibat perbuatan kriminal yang merugikan banyak pihak ini, Ben Tsai resmi ditangkap oleh aparat kepolisian pada Juli lalu. Ia dijerat dengan dakwaan voyeurisme (tindakan penyimpangan seksual mengintip atau merekam orang lain tanpa izin) serta tiga tuduhan berat yang berkaitan dengan pelecehan anak.
Saat ini, melalui kuasa hukumnya dari firma Law360, Tsai menyatakan mengajukan pembelaan tidak bersalah dan memilih menempuh jalur banding di pengadilan. Sementara itu, pihak Pokémon Company International menegaskan komitmen mereka terhadap keselamatan karyawan, namun enggan memberikan komentar lebih mendalam karena proses peradilan masih berlangsung.
Mau tahu berita terbaru seputar game online? Simak saja sajian ulasan berita game terbaru di website ini.