PlayStation Hapus 13 Game di PS Store 23 Agustus, Cek Daftarnya!
Isu mengenai kepemilikan media digital kembali menjadi sorotan tajam di kalangan gamer dunia. Tanpa adanya pengumuman publik, peringatan resmi, maupun transparansi kepada penggunanya, pihak PlayStation mendadak menghapus (delisting) 13 judul gim buatan dan terbitan pengembang independen asal Ukraina, Ternox Games, dari ekosistem digital PlayStation Store. Keputusan sepihak ini dilaporkan akan mulai berlaku efektif pada 23 Agustus 2026.
Langkah sepihak dan diam-diam yang diambil oleh Sony ini langsung memicu gelombang kritik dari komunitas gim global. Pasalnya, pembersihan katalog ini terjadi di tengah meningkatnya keprihatinan publik mengenai hak atas media digital yang telah dibeli konsumen.
Hingga detik ini, belum ada kejelasan apakah tindakan tersebut berstatus delisting biasa—di mana pemain yang sudah terlanjur membeli masih bisa mengunduh ulang gim di pustaka mereka—atau hard delisting, yang berpotensi melenyapkan gim secara permanen dari pustaka pembeli tanpa opsi ganti rugi atau refund.
Pemutusan Kontrak Sepihak Hantam Developer Ternox Games
Pihak pengembang utama, Ternox Games, menyatakan rasa kecewa dan kebingungan mereka atas keputusan mendadak ini. Padahal, pengembang independen tersebut baru saja meraih sukses besar lewat karya hits mereka berjudul STONKS-9800 di platform Steam. Gim simulator pasar saham tersebut sukses mengantongi predikat ulasan 97% Overwhelmingly Positive serta telah terjual lebih dari 100.000 kopi di pasaran.
Sebelumnya, Ternox Games tengah aktif merancang proses porting gim STONKS-9800 untuk meluncur di konsol PlayStation 5, bahkan telah menyiapkan rencana perilisan dalam bentuk rilisan fisik. Namun, seluruh rencana matang tersebut hancur seketika setelah Sony secara sepihak memutus perjanjian kerja sama pengembang dan penerbit (developer and publisher agreement) tanpa memberikan alasan atau penjelasan formal apa pun. Pemutusan kontrak kerja sama ini secara otomatis memicu penghapusan 13 judul gim milik Ternox Games dari etalase digital PlayStation Store.
Daftar 13 Game PlayStation yang Dihapus per 23 Agustus
Berikut adalah rincian lengkap 13 gim buatan maupun yang diterbitkan oleh Ternox Games yang terkena dampak penghapusan dari katalog PlayStation 4 dan PlayStation 5:
- Nexoria: Dungeon Rogue Heroes
- Finger Fitness
- Retro Highway
- Unichrome: A 1-Bit Unicorn Adventure
- O-VOID: Console Edition
- Run & Jump Guy
- Scrap Divers
- Fox’s Zen House
- Boned Again: Survivors
- Dungeonloop
- IN-VERT
- Taimumari: Complete Edition
- Bullet Beat
Dugaan Korban Salah Sasaran Kebijakan ‘Pembersihan Shovelware’
Meski pihak PlayStation memilih untuk bungkam dan tidak mengeluarkan pernyataan resmi, berbagai spekulasi mulai berkembang di komunitas gaming. Teori terkuat menyebutkan bahwa jajaran gim milik Ternox Games secara tidak sengaja terhantam oleh algoritma pembersihan gim berkualitas rendah (shovelware) yang sedang gencar dijalankan oleh Sony.
Langkah pembersihan ini memang sengaja dirancang untuk memberantas gim-gim “sampah” berbiaya murah yang kerap membanjiri PlayStation Store demi kemudahan berburu piala trophy.
Namun, komunitas menilai perpustakaan gim Ternox Games bukanlah shovelware murahan yang layak diblokir, melainkan jajaran gim indie sederhana namun berkualitas yang memiliki basis pemainnya sendiri. Jika teori salah sasaran ini benar, kegagalan Sony dalam bersikap transparan makin memperburuk citra perlindungan hak konsumen dalam ekosistem digital.
Masa Depan Suram Kepemilikan Digital di Konsol
Peristiwa ini menjadi sinyal bahaya serius kedua bagi para pemilik konsol PlayStation. Sebelumnya, Sony telah mengonfirmasi rencana untuk menghentikan total produksi cakram fisik (disc production) pada Januari 2028 mendatang.
Kebijakan ini mengindikasikan bahwa konsol masa depan seperti PlayStation 6 kemungkinan besar akan mengusung format serba digital (digital-only) tanpa adanya opsi membaca media fisik.
Kondisi ini makin diperparah oleh fakta bahwa pembelian gim secara digital sejatinya hanyalah berupa “lisensi sewa” yang sewaktu-waktu dapat dicabut oleh pemilik platform. Kasus serupa juga pernah terjadi pada Juni lalu saat PlayStation menghapus 551 judul film dari perpustakaan digital pengguna tanpa memberikan pengembalian dana sedikit pun. Rentetan kejadian ini membuktikan betapa rentannya posisi konsumen dalam era serba digital saat ini.
Bagaimana tanggapan Anda tentang berita game terbaru ini? Apakah memang ada indikasi kesalahan dari Sony? Sampaikan pandangan dan pendapat Anda pada kolom komentar ya.