News

Supermassive Games PHK Lebih dari 70 Karyawan Usai Rilis Directive 8020

Kabar kurang menyenangkan kembali menghantam ekosistem industri permainan video global di penghujung tahun ini. Studio pengembang ternama asal Inggris yang ahli meracik genre horor sinematik baru saja membawa kabar duka bagi para penikmat setianya.

Secara resmi dikonfirmasi bahwa Supermassive Games PHK lebih dari 70 karyawan hanya berselang waktu singkat setelah mereka meluncurkan mahakarya terbarunya yang bertajuk Directive 8020.

Badai pemutusan hubungan kerja ini tidak hanya menyasar satu divisi spesifik, melainkan menyapu bersih berbagai sektor krusial di dalam perusahaan. Berdasarkan laporan dari beberapa mantan staf, mulai dari barisan developer inti, seniman grafis, jajaran produser, tim Quality Assurance (QA), hingga staf operasional harian terpaksa harus rela angkat koper.

Baca Juga: Kena: Scars of Kosmora Ditunda ke Tahun Depan

Keputusan yang teramat berat ini akhirnya dieksekusi setelah pihak manajemen merampungkan proses konsultasi internal yang sebelumnya sempat mereka umumkan kepada publik beberapa bulan lalu.

Studio yang meroket namanya berkat kesuksesan fenomena Until Dawn serta rentetan seri The Dark Pictures Anthology ini sejatinya tengah berusaha keras untuk terus memperluas portofolio gim naratif interaktif mereka.

Sayangnya, kondisi finansial dan tantangan operasional internal perusahaan memaksa mereka untuk mengambil langkah restrukturisasi yang sangat mendalam. Pengakuan dari belasan mantan staf di media sosial pun membenarkan bahwa perampingan tim ini benar-benar dieksekusi secara masif dan berdampak besar pada moral komunitas.

Gelombang Krisis Industri Game Modern Belum Berakhir

Keputusan pahit yang menimpa Supermassive Games seolah menjadi cermin dari realitas kondisi industri game modern saat ini yang masih dipenuhi ketidakpastian. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, gelombang pemutusan hubungan kerja terus menerjang tanpa pandang bulu ke berbagai studio besar di seluruh dunia.

Faktor utamanya sangat kompleks, berkisar pada pembengkakan biaya produksi gim AAA, pergeseran tren strategi bisnis, serta masa penyesuaian pasar yang keras usai ledakan pertumbuhan eksponensial di era pandemi lalu.

Baca Juga: Film Horor Indonesia: Teror yang Membuat Jantung Berdebar di Layar Lebar

Meskipun baru saja kehilangan puluhan talenta terbaiknya sesaat setelah peluncuran Directive 8020 yang cukup diantisipasi, pihak studio menegaskan bahwa mereka belum mengibarkan bendera putih.

Supermassive Games dilaporkan masih memegang erat beberapa proyek gim yang tengah dikembangkan secara rahasia di dapur studio mereka. Fokus utama mereka saat ini adalah merampingkan beban perusahaan demi mempertahankan eksistensi jangka panjang.

Harapannya, langkah efisiensi ekstrem ini mampu menstabilkan kembali neraca finansial perusahaan. Dengan rekam jejak yang sudah terbukti sangat solid, para penikmat gim tentu berharap fakta kelam Supermassive Games PHK lebih dari 70 karyawan tidak akan merusak kualitas karya mereka berikutnya.

Baca Juga: Film Komedi Indonesia Terbaru, Penuh Guyonan Segar!

Mereka diharapkan mampu bangkit dan terus mempertahankan mahkotanya sebagai salah satu raja pengembang gim horor interaktif terbaik di masa depan.

Subagiyo Pendiri & Pemimpin Redaksi OmahGame

Subagiyo

Subagiyo adalah sosok di balik OmahGame, bertindak sebagai Lead Writer. Berawal dari hobi bermain game dan mengulik gadget, ia mendirikan OmahGame untuk membantu para gamer menemukan ulasan perangkat terbaik, tutorial game yang praktis, serta kabar terbaru dari dunia teknologi digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *